Beberapa Inovasi Canggih Keluaran Google

        Siapa sih kini yang tidak mengenal Google. Sebuah Perusahaan bergerak di bidang teknologi canggih. Bermarkas di Mountain View California, Amerika Serikat Perusahaan ini terkenal besar melalui oleh sistem internetnya. Google tidak cepat puas dan terus berinovasi menemukan,meneliti dan mengembangkan penemuan-penemuannya yang bikin terkagum-kagum akan kecanggihan teknologinya. Atas dasar itulah kini bermunculan berbagai inovasi menarik dari perusahaan ternama tersebut. Penasaran apa saja ya inovasi-inovasi tersebut. 
Berikut ada 5 inovasi canggih yang kamu harus ketahui dari  keluaran Google !. 
Pil Pendeteksi Kanker 

         Perusahaan yang dikenal dengan mesin pencari di dunia maya itu dilaporkan tengah berupaya menggabungkan teknologi nanopartikel dan peranti sensor ala jam tangan. Pil pendeteksi kanker ini diteliti oleh anak usaha Alphabet bernama Google X.  Bila konsep Google terwujud, pemakai sensor dapat memantau peredaran darah serta komposisi darah. Bila terdapat jejak-jejak kanker dalam darah, sang pemakai sensor akan bisa mengetahuinya. Proyek ini dipimpin Dr Andrew Conrad, seorang ahli biologi molekular yang sebelumnya mengembangkan tes HIV dengan harga yang terjangkau masyarakat luas. 
         Saat ini, tim peneliti mengembangkan partikel magnetik yang bisa menempel pada sel, protein, atau molekul lainnya. Tak hanya itu, Google X juga mengembangkan perangkat wearable yang akan menggunakan magnet untuk menghitung partikel. Dengan sistem ini, pengguna akan mendapatkan notifikasi atau peringatan dini bilamana terdeteksi sel kanker di dalam tubuhnya. 
Mengetahui Pesawat Delay  

          Menunggu pesawat delay adalah sebuah hal yang menyebalkan. Hampir semua orang setuju dengan hal ini. Namun kini anda tidak perlu khawatir, ada Google Flights adalah solusinya. Google menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang bisa mendeteksi jika ada pesawat delay.   Google Flights kini menghadirkan banyak informasi penundaan penerbangan, termasuk memberi informasi alasan keterlambatan perjalanan, sebelum maskapai memberitahukan informasi delay kepada calon penumpangnya. Untuk mengetahuinya, pengguna hanya perlu mencari nomor penerbangan atau rute tujuan untuk mengetahui informasi penundaan penerbangan dari Google Flights. Tidak hanya itu, Google juga menjanjikan informasi delay yang mereka berikan bersifat akurat. Hal ini karena Google hanya memberikan peringatan delay ke pengguna jika sudah 80 persen yakin pesawat akan mengalami delay. 
Gen Mengatasi Penyakit Dan Penuaan  

          California Life Company atau Calico, perusahaan di bawah Google ini sedang melakukan penelitian tentang gen penyakit dan penuaan. Calico adalah sebuah usaha baru dari Google yang cukup solid dan telah bergerak maju. Google mengembangkan dengan geetika. Genetika juga diketahui berperan dalam penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhi umur panjang. Ini adalah usaha terbaru Google yang memfokuskan dengan mengatasi masalah penuaan serta memberikan umur panjang. Bukan keabadian, tapi pendekatan spektrum yang lebih luas untuk melihat semua aspek kesehatan, penuaan dan apa yang membunuh kita. 
          Pada 24 Maret 2017, Google Calico mengumumkan kerjasama penelitian selama 5 tahun dengan perusahaan bioteknologi bernama C4 Therapeutics. C4 mengatakan dalam siaran persnya bahwa tujuan utamanya adalah “Mengobati penyakit penuaan, termasuk kanker”. C4 telah bekerja dengan target pada degradasi protein atau proses pemecagan protein. Ini berarti penggunaan molekul protein lanjutan untuk secara efektif menghilangkan protein yang menyebabkan penyakit. Tanpa omong kosong medis, ini berarti menemukan obat untuk kanker. Proyek ini masih dalam tahap praklinis ketika Calico menjadi salah-satu proyek Google.  
Kecerdasan Buatan   

          Pada tahun 2014 Google membeli startup asal Inggris yaitu DeepMind. DeepMind menjadi laboratorium utama Google untuk mengembangkan dan meneliti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hari ini kepala DeepMind Demis Hassabis mengumumkan bahwa mereka membuat sebuah AI yang bisa mengalahkan manusia pada permainan tradisional Cina yaitu Go.  Permainan ini secara luas dianggap sebagai patokan kemampuan AI untuk berpikir. Pendekatan DeepMind melibatkan sistem AI yang disebut AlphaGo yang memiliki 12 jaringan saraf yang berbeda yang mengandung jutaan koneksi seperti neuron. 
          Salah satunya bertanggung jawab untuk memilih langkah selanjutnya, sementara yang lain memprediksi siapa yang akan memenangkan pertandingan. Pada bulan Maret, AI akan melawan pemain top di dunia dalam tantangan lima pertandingan di Korea Selatan. DeepMind menekankan bahwa teknik AlphaGo ini tidak spesifik hanya dapat menang di permainan Go. AlphaGo dapat melakukan hal yang lebih umum, pada akhirnya AlphaGo nantinya akan dapat digunakan untuk memecahkan masalah dunia nyata yang sebenarnya, seperti analisa penyakit dan pemodelan iklim.
Chip Implan Perangkat  

         Teknologi perangkat implant berupa chip yang tengah dikembangkan kini diprediksi bakal hadir pada tahun 2024. Menurut survei, sekitar 80% responden memprediksi tersedianya ponsel yang bisa diimplan terhubung dengan manusia. Teknologi implan data membuat fungsi perangkat dapat dipastikan lebih akurat. Fungsi komunikasi pun disebut bakal lebih canggih dari teknologi saat ini. Komunikasi dengan perangkat enggak lagi menggunakan kata-kata, melainkan gelombang atau sinyal otak. Seperti telepati, tapi menggunakan teknologi.
          Semakin canggih teknologi, perangkat yang diinovasikan justru ukurannya jadi semakin kecil. Perkembangan nanoteknologi jadi tanda kalau kita akan memasuki era teknologi seukuran nano. Enggak heran, nantinya apa yang tiap hari kita pergunakan seperti misalnya smartphone akan diimplan dibalik kulit kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Evolusi Jaringan Internet

Teknologi 3D Bisa Membuat Sepatu Memperbaiki Sendiri Kerusakannya